Daur Hidup Kambing

Posted on

Daur Hidup Kambing – Kambing merupakah salah satu hewan yang sudah ada sejak 8000-9000 tahun lalu yang dipelihara dan diambil manfaatnya seperti susu, daging, kulit, bahkan bagian bulunya. Pemanfaatan kambung tentunya dilakukan dengan cara diternak. Dalam proses berternak hal penting yang harus diketahui adalah daur hidup dan siklus pertumbuhan kambing, sehingga petani dapat mengetahui kapan terjadinya fase pubertas, birahi atau subur, kehamilan, dan kelahiran. Karena itulah, kali ini IPA akan memberikan ulasan tentang Daur Hidup Kambing dan Penjelasannya dengan lengkap.

Sebelum mengetahui daur hidup kambing, sebaiknya pahami terlebih dahulu klasifikasi dan karakteristik kambing. Beberapa jenis-jenis kambing yang ada di Indonesia di antaranya kambing etawa / kambing PE (peranakan dari kambing etawa), Kambing jawarandu, Kambing Boer, Kambing Saanen, Kambing Gembrong, Kambing Boerawa, Kambing samosir, Kambing Merica, Kambing Costa, dan Kambing Boerawa. Kambing-kambing tersebut umumnya jenis kambing yang umumnya diternakkan di Indonesia.

Baca : Pengelompokan Hewan Berdasarkan Jenis dan Penjelasannya

Klasifikasi Kambing

Filum : Chordota (Hewan Tulang Belakang)
Kelas : Mamalia (Hewan Menyusui)
Ordo : Artiodactyla (Hewan Berkuku Genap)
Famili : Bovidae (Hewan Memamah Biak)
Sub Famili : Caprinae
Genus : Capra
Spesies : C. aegagrus
Sub Species : Capra aegagrus hircus

Kambing adalah hewan bertulang belakang yang termasuk dalam kelas mamalia yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Ciri-ciri umum kambing yaitu memiliki empat kaki dan tubuh yang terturup oleh bulu, serta adanya tanduk sebagai alat pertahanan diri terhadap musuh.

Kambing betina mengalami masa kehamilah selama 150 hingga 154 hari. Kambing dapat melahirkan anak antara 1 hingga 3 ekor. Kambing dapat melahirkan hingga dua  kali dalam setahun. Anak kambing akan mendapat susu dari induk kambing sampai anak kambing dapat mencari makan sendiri. Seekor kambing dapat hidup hingga usia 18 tahun.

Baca : Daur Hidup Kucing dan Penjelasannya

Daur Hidup Kambing

Seluruh hewan mengalami daur hidup yaitu tahap perkembangan makhluk hidup pada periode hidupnya. Setiap hewan memiliki tahapan daur hidup yang berbeda-beda. Daur hidup berkaitan dengan dengan metamorfosis. Metamorfosis ialah proses pertumbuhan fisik atau biologis hewan yang memengaruhi bentuk atau struktur tubuhnya.

Daur hidup kambing dimulai dari anak kambing —–> kambing muda —–> kambing dewasa. Kambing berkembang biak dengan cara melahirkan. Terdapat beberapa jenis kambing yang dapat dibedakan dari bentuk fisik seperti badan atau coraknya yang berbeda, namun jika dilihat dari siklus hidupnya, kambing memiliki siklus hidup yang sama. Berikut ini siklus hidup kambing.

Anak Kambing

Anak kambing yang baru lahir memiliki berat rata-rata sekitar 3,3kg untuk jenis kambing etawa, sedangkan pada jenis kambing kacang sekitar 1,2kg. Anak kambing yang baru lahir sangat bergantung pada indukannya dan memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna, sehingga makanan utama didapatkan dari susu induknya.

Baca Juga : Daur Hidup Ikan dan Penjelasannya

Fase Menyusui

Susu dari indukan kambing yang pertama keluar disebut dengan Kolustrum. Kolustrum memiliki manfaat sebagai antibodi anak kambing yang baru dilahirkan. Induk kambing akan menyusui anaknya hingga berumur 5-6 bulan.

Pada anak kambing yang berusia kurang dari 1 tahun memiliki gigi yang belum permanen sepenuhnya.

Di fase ini, anak kambing juga mulai belajar untuk mengunyah makanan sendiri untuk merangsang perkembangan rumen.

Di fase ini juga, banyak peternak yang memerah susu induk kambing untuk dikonsumsi, karena diakui susu kambing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia.

Kambing Dewasa

Setelah tidak lagi menyusu induknya, anak kambing sudah dapat dikatakan dalam fase dewasa dan bisa hidup mandiri serta dapat bergabung dengan kelompok atau melakukan interaksi hingga memperoleh status sosial.

Biasanya, pada spesies kambing jantan liar akan memilih untuk hidup sendiri atau soliter, sedangkan kambing betina tertua akan memimpin kelompok yang terdiri 5 – 20 ekor kambing, dan kambing jantan bertugas menjaga kawanan tersebut.

Ciri-ciri kambing dewasa, seperti:

  • Dewasa kelamin atau fase pubertas, yaitu ketika organ reproduksi kambing telah siap dan difase ini akan muncul gejala kedewasaan seperti muncul birahi.
  • Dewasa tubuh, yaitu tubuh kambing telah sempurna dan proporsional untuk menunjang kegiatan reproduksi khususnya pada kambing betina. Pada kambing ternak, biasanya pada kambing yang mengalami fase dewasa, peternak akan memisahkan kambing jantan dan kambing betina agar tidak terjadi perkawinan karena tubuh kambing masih belum proposional.

Baca : Daur Hidup Ayam dan Penjelasannya

Fase Birahi

Fase birahi pada kambing dilihat dari sudah siapnya mental kambing untuk melakukan perkembangbiakan. Fase ini ditandai dengan adanya perilaku keinginannya sebagai tanda bagi lawan jenis untuk melakukan proses perkembangbiakan pada kambing jantan dan kambing betina.

Biasanya kambing betina akan memperlihatkan prilaku seperti menggerak-gerakkan ekornya didekat kambing jantan. Sedangkan kambing jantan, akan mengeluarkan kelenjar bau yang ada ditanduknya untuk menarik perhatian si betina tersebut.

Fase Perkawinan

Setelah fase birahi, selanjutnya kambing akan melakukan fase perkawinan yang disebut Etrus. Di fase ini pada kambing betina akan terjadi ovulasi.

Kambing termasuk dalam polyestrus, yaitu hewan yang dapat mengalami beberapa kali fase birahi dalam setahun, sehingga dalam setahun kambing bisa melakukan beberapa kali fase perkawinan.

Baca Juga : Macam-Macam Perkembangbiakan Generatif pada Hewan

Fase Kehamilan

Ketika fase perkawinan terjadi, dan terjadi pembuahan, maka kambing selanjutnya mengalami fase kehamilan. Kambing ternak memiliki usia kehamilan sekitar 150 – 152 hari, sedangkan bagi kambing liar bisa mencapai 170 hari ketika masuk dalam fase kehamilan.

Fase Melahirkan

Setelah fase kehamilan, selanjutnya kambing mengalami fase melahirkan, yang biasanya berjumlah 1 hingga 4 anak.

Kambing betina rata-rata membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk melahirkan anaknya. Dimana induk betina akan memakan ari – ari si anak. Hal ini dilakukan, agar induk betina mendapatkan nutrisi setelah melahirkan, dan akan menjilati rambut anaknya hingga bersih, yang dilakukan agar tidak mengundang pemangsa yang mencium bau kelahiran tersebut.

Tidak lama dari kelahirannya, anak kambing yang baru lahir akan mencoba berdiri untuk pertama kalinya dan mulai belajar menyusu pada induknya.

Baca Juga : Perkembangbiakan Vegetatif Pada Hewan

Demikian artikel mengenai Daur Hidup Kambing dan Penjelasannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.