Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Tumbuhan

Posted on

Contoh Adaptasi Fisiologi Pada TumbuhanAdaptasi Fisiologi adalah upaya makhluk hidup menyesuaikan fungsi alat tubuh (faal tubuh) karena adanya pengaruh dari luar atau dari dalam sehingga mempengaruhi kondisi morfologi atau tingkah lakunya. Adaptasi fisiologi tumbuhan memiliki beberapa tujuan, seperti untuk mempertahankan dirinya dari pemangsa, untuk memperoleh nutrisi, menjaga keseimbangan tubuh dan lain-lain. Beberapa contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan memiliki kesamaan dengan contoh adaptasi morfologi, namun kajian aspeknya berbeda. Untuk lebih jelasnya, kali ini IPA akan memberikan contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan dan penjelasannya.

Umumnya, adaptasi fisiologi pada makhluk hidup berhubungan dengan beberapa faktor eksternal (lingkungan) yang memperngaruhi kelangsungan hidup. Berikut beberapa faktor tersebut:

  • Penyesuaian terhadap kadar oksigen
  • Penyesuaian terhadap kadar air
  • Penyesuaian terhadap garam dan sebagainya
  • Penyesuaian terhadap intensitas cahaya

Baca : Faktor Eksternal Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Tumbuhan

Sebenarnya Adaptasi Fisiologi pada tumbuhan cenderung sulit diamati bahkan terkadang bentuk adaptasi fisiologi sama dengan adaptasi morfologi, sehingga keduanya sulit dibedakan. Berikut ini beberapa contoh adaptasi fisiologi yang dilakukan oleh beberapa jenis tumbuhan, antara lain:

1. Tumbuhan Bakau
Pohon bakau dapat hidup didaerah pesisir pantai atau daerah pasang surut dengan cara menyesuaikan fungsi faal tubuh yaitu pada akar gantung yang difungsikan untuk pernafasan disaat air pasang.

2. Tumbuhan Berbunga
Selain memiliki bentuk mahkota indah, beberapa jenis tumbuhan berbunga juga melakukan adaptasi fisiologi dengan cara menghasilkan aroma atau bau khas bunga yang dapat menarik perhatian serangga, sehingga membantu proses penyerbukan. Dengan begitu, bunga yang dihasilkan dilengkapi dengan kelenjar madu atau nektar.

Baca : Proses Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Tunas

3. Tumbuhan Dikotil
Secara umum, tumbuhan dikotil memiliki mahkota bunga dengan bentuk indah dan warna bervariasi. Hal tersebut berfungsi untuk menarik perhatian serangga. Adanya serangga sangat berperan pada tanaman bunga untuk membantu proses peryerbukan.

4. Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan higrofit adalah jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan berair, baik dibagian tepian, terapung atau tenggelam. Hidrofit mampu meningkatkan laju respirasi untuk mengontrol kelebihan air dengan adanya pengaruh cahaya matahari. Contoh tumbuhan hidrofit seperti hydrilla.

5. Tumbuhan Higrofit
Sebagian tumbuh higrofit atau tumbuhan yang hidup dilingkungan lembab memiliki proses gutasi yang berlangsung ketika daun melakukan penguapan, namun udara luar dalam keadaan jenuh sehingga uap air yang keluar dari dalam daun dalam bentuk gas, berubah menjadi titik-titik air ditepi daun.

Baca : Struktur Organ Pada Tumbuhan 

6. Tumbuhan Insektivora
Tumbuhan Insektivora atau tumbuhan pemakan serangga memiliki bentuk penyesuaian untuk menarik perhatian mangsanya. Seperti, bunga bangkai mengeluarkan bau tidak sedap untuk menarik perhatian serangga, dan tanaman kantung semar menarik perhatian serangga dengan menghasilkan bau khas. Selain itu beberapa tumbuhan insektivora menghasilkan enzim protease untuk menghancurkan protein dari tubuh mangsanya.

7. Tumbuhan Mahoni
Pohon mahoni menghasilkan zat racun yang bertujuan untuk mengurangi persaingan dengan tumbuhan lain untuk memperoleh nutrisi. Dengan beitu, tumbuhan mahoni lebih cenderung memiliki ruang tumbuh yang cukup sehingga cepat berkembang.

8. Tumbuhan Padi
Adaptasi fisiologi tanaman padi dapat dilihat dari fungsi batangnya yang berongga. Rongga tersebut berfungi untuk membantu tanaman padi untuk bertahap hidup diair. Tumbuhan lainnya yang menyesuaikan fungsi pada rongga batangnya seperti tanaman kangkung yang hidup di perairan.

9. Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku seperti tanaman pakis akan melakukan penyesuaian fungsi faal tubuh yaitu pada bagian daun muda yang dapat menggulung saat berada di lingkungan lembab.

Baca : Struktur Batang Dikotil

10. Tumbuhan Polong-polong
Jenis tanaman polong-polongan melakukan adaptasi terhadap lingkungan dengan cara menyesuaikan fungsi faal tubuh pada daun, yaitu daun akan menutup disiang hari untuk mengurasi penguapan.

11. Tumbuhan Semak
Pada beberapa jenis tumbuhan semak seperti ilalang, azela dan lainnya, dapat menghasilkan zat bersifat racun bagi hewan herbivora (pemakan tumbuhan) sehingga binatang enggan untuk mendekat dan memakannya.

12. Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan xerofit atau tumbuhan yang mampu beradaptasi di lingkungan kering dan umumnya sering ditemuka didaerah gurun atau tandus. Contohnya tanaman kaktus yang memiliki batang tebal untuk menyimpan air. Tumbuhan xerofit harus bisa menghadapi lingkungan kering yang minim air dan mampu mengontrol kadar air dalam tubuhnya.

Baca : Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil

Demikian artikel mengenai Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Tumbuhan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.