Pengertian Zat Padat, Ciri-ciri, Sifat, Tekanan, Pemuaian dan Contohnya [LENGKAP]

Posted on

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sering bertemu dengan berbagai benda dalam berbagai bentuk. Benda tersebut merupakan zat yang tersusun atas partikel-partikel. Zat tersebut meliputi zat padat, zat cair dan zat gas. Namun, kali ini kita terlebih dahulu membahas tentang zat padat.

Dibawah ini akan kami jelaskan secara tuntas tentang zat padat, seperti pengertian zat padat, ciri-ciri zat padat, Sifat dan Contoh Zat Padat.

Pengertian Zat Padat

Sebelum membahas pengertian zat padat, sebaiknya ketahui terlebih dahulu pengertian Zat. Zat adalah sesuatu yang memiliki Massa dan Volume. Dalam semua benda terdiri dari zat atau benda. Berdasarkan wujudnya, zat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu zat padat, zat cair dan zat gas. Namun kali ini kita akan membahas tentang zat padat secara tuntas.

Zat Padat adalah zat atau benda yang memiliki bentuk dan volume tidak berubah, tetap, kokoh dan mudah ditempa.

Ada dua cara utama terkait dengan cara apa terbentuknya zat padat, yaitu tersusun atas baris-baris teratur dan rapi, ataupun susunan yang abstrak dan tidak teratur.

zat padat yang tersusun rapi dan teratur disebut dengan kristal, contohnya logam, es, intan, kristal garam.

Sedangkan, zat padat yang tersusun secara abstrak dan tidak teratur disebut dengan amorf. Pada umumnya, amorf memiliki tampilan dan tekstur mengkilap dan elastis, contohnya kaca, lilin, karet, dan plastik.

Baca Juga : Pengertian Jangka Sorong.

Karena partikel pada zat padat memiliki susunan yang saling berdekatan dan saling menyatu, maka menyebabkan zat padat tidak dapat dimampatkan secara mudah. Meskipun tidak bisa dikecilkan, namun tetap bisa diatasi dengan memberikan tekanan pada zat tersebut.

Meskipyn partikel individu zat padat tidak dapat bergerak dengan cepat pada saat mengalahkan gaya tarik menarik antar partikel, namun partikel-partikel yang ada tetap bisa bergerak meskipun tetap terikat dan rapat pada tempat awal.

Ciri-Ciri Zat Padat

Beberapa ciri-ciri zat padat, antara lain:

1BentukTetap
4Gerak PartikelTidak Bebas
2VolumeTetap
5Gaya PartikelSangat Kuat
6Susunan PartikelSangat Berdekatan
3Letak PartikelBerdekatan
7Tidak Dapat Ditempatkan

Dari ciri-ciri diatas dapat diambil sebuah contoh pada sebuah buku. sebuah buku yang diletakkan dalam sebuah wadah mangkuk akan tetap saja bentuk dari buku adalah tetap buku. Volume buku juga akan selalu tetap meskipun buku dipindahkan ke tempat lain. Hal tersebut terjadi karena adanya gaya tarik menarik antar partikel pada zat padat yang sangat kuat dan lebih kuat dari zat dalam bentuk lain.

Zat padat kristal seperti garam dan gula juga akan memiliki reaksi yang sama seperti diatas. Selain itu terjadi juga pada zat amorf seperti kaca dan batu granit. Kedua zat tersebut akan memiliki bentuk dan volume yang tetap selama tidak tercampur dengan zat lain seperti zat gas atau zat cair.

Sifat Zat Padat

  • Memiliki volume yang tetap
  • Memiliki gaya tarik antar molekul yang kuat
  • Memiliki bentuk yang tetap
  • Memiliki susunan molekul dan partikel yang teratur dan berdekatan (rapat)
  • Memiliki molekul atau partikel yang tidak bisa bergerak bebas dan tidak mudah terpisah
  • Tidak mengikuti bentuk wahda yang ditempati
  • Bentuk gerakan yang bergetas dan berputar ditempatnya

Baca Juga : Tumbukan Lenting Sempurna 

Tekanan pada Zat Padat

Tekanan adalah suatu besaran gaya pada sebuah benda yang bekerja dalam tiap satuan luas bidang tekanan. Berikut rumus tekanan zat padat, antara lain:

P = F/A

Keterangan:
P = tekanan (N/m²)
F = gaya tekan (N)
A = luas bidang tekan (m²)

Berdasarkan standar internasional, satuan tekanan adalah pascal (Pa) maupun N/m². Jadi disimpulkan semakin besar gaya tekanan maka semakin luas bidang tekan dan semakin kecil tekananya.

Maka dapat disimpulkan, rumus tekanan adalah sebagai berikut:

  • Semakin kecil luas permukaan pada bidang tekan, maka semakin besar tekanan yang dihasilkan.
  • Semakin besar gaya tekan yang diberikan, maka semakin kecil tekanan yang dihasilkan.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari:

Pisau : Untuk memperbesar tekanan, mata pisau sengaja dibuat tajam yang berfungsi untuk memudahkan kita untuk memotong sayur atau membelah buah yang keras.

Dengan menggunakan pisau yang tajam akan membuat kita mengeluarkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan pisau yang tumpul.

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pisau yang tajam memiliki luas permukaan yang lebih kecil. Dimana bidang yang kecil seperti pisau disebut tajam.

Baca Juga : Jenis Gerak Nasti Tumbuhan

Pemuaian

Pemuaian terjadi ketika zat padat berubah bentuk. Terdapat tiga rumus yang digunakan pada pemuaian zat padat yang terdiri dari pemuaian panjang, pemuaian luas dan pemuaian volume, lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini:

Pemuaian Panjang

Pemuaian panjang adalah sebuah kejadian pemuaian yang membuat benda padat berubah ukuran menjadi lebih panjang, yang disebabkan adanya peningkatan suhu terhadap benda padat tersebut.

Namun, pemuaian ini tidak berpengaruh pada volume nya karena pemuaian hanya merubah benda menjadi lebih tipis dan merubah bentuk.

Berikut rumus pemuaian panjang:

Keterangan :

L  = Panjang akhir benda (m)
L0 = panjang mula-mula (m)
α = koefisien muai panjang ( /0C )
ΔT = perubahan suhu (C0 )

Pemuaian Luas

Pemuaian Luas adalah sebuah kejadian pemuaian yang membuat benda padat berubah menjadi luas yang disebabkan karena adanya peningkatan suhu.

Berikut rumus pemuaian luas :

Keterangan :

A  = Luas akhir benda (m)
A0 = Luas mula-mula (m)
α = koefisien muai panjang ( /0C )
ΔT = perubahan suhu (C0 )

Pemuaian Volume :

Pemuaian Volume adalah sebuah kejadian pemuaian yang membuat benda padat akan menambahkan volumenya yang disebabkan karena adanya peningkatan suhu.

Berikut rumus pemuaian Volume : 

Keterangan :

V  = Volume  akhir benda (m)
V0 = Volume mula-mula (m)
α = koefisien muai panjang ( /0C )
ΔT = perubahan suhu (C0 )

Baca Juga : Cabang Ilmu Fisika dan Penjelasannya 

Contoh Zat Padat

AluminiumCincinKapurPintu
ArangDaduKeramikPiring
BambuEmasKerikilPulpen
BataGelangKertasRambut
BateraiGelasKoinRanting
Batok kelapaGigiKunciRotan
BetonJagungLilinSendok
BatuKacaPakuStirofom
BerasKacamataPasirTanah
BesiKaretPatungTembaga
BukuKayuPlastikTulang

Perubahan Wujud Benda

Zat Padat, zat Cair dan Zat Gas juga mengalami perubahan wujud benda. Dalam ilmu fisika, perubahan wujud zat dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya seperti:

Mencair : perubahan wujud zat padat menjadi zat cair. Contohnya : es mencair, lilin yang terbakar dan meleleh.
Membeku : perubahan wujud zat cair menjadi zat padat. Contohnya : air yang membeku.
Mengembun : perubahan wujud zat gas menjadi zat cair. Contohnya : Embun.
Menguap : Perubahan wujud zat cair menjadi zat gas. Contohnya : uap air.
Menyumblim : perubahan wujud zat padat menjadi zat gas. Contohnya : Kapur barus yang semakin lama habis sendiri.
Mengkristal : Perubahan wujud gas menjadi zat padat. Contohnya : kristal

Demikian artikel mengenai Pengertian Zat Padat .Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.