Categories
Biologi

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia dengan Fungsi dan Penjelasannya TERLENGKAP

Tubuh manusia dialiri oleh darah yang menyalurkan nutri dan oksigen yang disebut dengan sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah memiliki peranan yang sangat penting dan vital dalam tubuh manusia. Sistem peredaran darah memiliki sistem kerja mulai dari mengangkut hingga proses pembuangan untuk membuat kinerja tubuh bekerja maksimal.

Sistem peredaran darah atau disebut dengan sistem Kardiovaskular merupakan sistem organ yang berfungsi memindahkan berbagai zat dari dan menuju sel-sel tubuh. Tidak hanya mendistribusikan zat makanan, sistem peredaran darah juga mendistribusikan oksigen dan karbon dioksida. Untuk memahami sistem peredaran darah pada manusia lainnya, berikut dibawah ini kami uraikan secara lengkap penjelasan tentang sistem peredaran darah dengan cara kerja dan fungsinya.

Baca Juga : Fungsi Otot Jantung

Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah atau sistem Kardiovaskular adalah sistem yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah juga berfungsi mengeluarkan zat dioksida dan sisa metabolisme tubuh melalui paru-paru. menyalurkan hormon dan suhu tubuh ke seluruh tubuh secara merata. Serta berfungsi mempertahankan sistem kinerja organ dan membantu tubuh tetap pulih.

Cara Kerja Sistem Peredaran Darah

Cara kerja sistem peredaran darah terbagi menjadi 3 sistem yaitu sistem sistemik, sistem pulmonal, dan sistem koroner. Ketiga sistem tersebut bertanggung jawab atas aliran darah yang bergerak dalam tubuh. Berikut penjelasannya:

Baca Juga : Fungsi Otot Rangka

1. Sistem sistemik

Proses sirkulasi darah di mulai pada saat ketika darah mengalir dari kedua atria (dua bilik jantung bagian atas) ke bagian ventrikel (dua bilik bawah). Lalu selanjutnya ke fase Periode Ejeksi yaitu proses kedua ventrikel memompa darah ke arteri besar.

Pada proses sirkulasi sistemik, ventrikel kiri memompa darah yang kaya oksigen ke arteri utama (Aorta). Lalu darah mengalir dari arteri utama ke arteri yang lebih besar dan lebih kecil untuk masuk ke jaringan kapiler.

Dalam jaringan kapiler, darah melepaskan oksigen, nutrisi dan zat-zat penting lainnya. Di proses ini, darah juga mengambil karbondioksida dan zat-zat hasil dari metabolisme dalam tubuh. Setelah zat-zat tersbeut diambil, darah kembali mengalir ke jantung melalui serambi kanan. Proses ini dilakukan oleh pembuluh darah yang bertujuan untuk membersihkan darah.

Baca Juga : Bagian Bagian Mata dan Fungsinya

2. Sistem pulmonal

Sistem pulmonal berfungsi untuk memompa darah dari ventrikel kanan, darah dengan kadar oksigen rendah dipompa menuju arteri pulmonalis.

Di arteri pulmonalis, aliran darah bercabang menuju arteri dan kapiler yang semakin kecil. Dalam proses ini, karbondioksida dilepaskan dari darah kedalam vesikel paru dan oksigen segar memasuki aliran darah.

Pada saat bernapas, karbondioksida meninggalkan tubuh. Darah yang tinggi oksigen akan mengalir melalui vena paru dan atrium kiri ke ventrikel kiri. Lalu detak jantung berikutnya memulai siklus baru sirkulasi sistemik.

3. Sistem koroner

Pada sistem koroner, sistem peredaran darah mengaliri darah tinggi oksigen. Darah dengan tinggi oksigen dialirkan ke jantung sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik. Pada sistem koroner, darah mengalir untuk memasok ke otot jantung. Arteri koroner mengalirkan darah tinggi oksigen menuju ke otot jantung.

Baca Juga : Mekanisme Kerja Otot Manusia

Komponen Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah bekerja karena adanya tekanan konstan dari jantung dan katup di seluruh tubuh. Tekanan tersebut memastikan bahwa Vena membawa darah ke jantung dan arteri mengalirkan kembali ke jantung. Terdapat beberapa komponen utama pada sistem peredaran darah. Darah membutuhkan jantung untuk memompa darah mengalir ke seluruh tubuh. Sedangkan darah dalam tubuh akan tetap berada dalam pembuluh-pembuluh darah yaitu pada pembuluh kecil dan pembuluh besar. Tanpa adanya organ-organ peredaran darah, maka darah tidak dapat mengalir ke tubuh. Untuk itu berikut ini beberapa komponen utama sistem peredaran darah manusia, antaralain:

Jantung

Jantung adalah salah satu organ sistem peredaran darah yang letaknya ada dalam rongga dada, atau tepatnya diantara paru-paru. Jantung memiliki posisi miring sehingga pada bagian ujung yang runcing (apex) menunjuk ke arah bawah ke pelvis kiri dan bagian ujung menhadap ke atas bahu kanan.

Jantung terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan dalam (perikardium viseral) dan lapisan luar (perikardium parietal). Pada lapisan terdapat cairan pelumas yang memiliki fungsi untuk mengurangi gesekan pada saat jantung memompa darah.

Dibagian dinding jantung terdapat tidak lapisan yaitu epikardia, miokardia, dan endokardia. Lapisan endokardia merupakan lapisan endotelium tipis dan halus yang menjadi pembatas dalam jantung yang berhubungan dengan pembatas pada pembuluh darah.

Jantung terbagi dalam empat bagian yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Atrium kanan berfungsi untuk menampung darah yang mengandung sedikit oksigen ke seluruh utbuh melalui vena kava superior dan inferior dari jantung melalui sinus koronari. Lalu selanjutnya darah di pompa ke ventrikel kanan dan menuju ke paru.

Ventrikel kanan bertugas menerima darah dari atrium kanan dan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Artrium kiri berfungsi untuk menerima darah yang mengandung banyak oksigen dari kedua paru melalui empat buah vena pulmonalis. Selanjutnya ventrikel kiri menerima darah dari atrium kidi dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta.

Baca Juga : Otot Polos

Pembuluh Darah

Pembuluh darah merupakan jalur darah yang mengalir ke seluruh tubuh dari jantung menuju jaringan tubuh, begitu juga sebaliknya. Pembuluh darah dibgai menjadi tiga macam yaitu pembuluh arteri, pembuluh vena dan pembuluh kapiler, berikut penjelasannya:

1. Pembuluh Arteri

Pembuluh arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung menuju seluruh tubuh. Pembuluh arteri mengantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, mengangkut zat buangan seperti karbon dioksida, menjaga keseimbangan mobilitas protein, kimia, sel dan unsur-unsur sistem kekebalan tubuh.

2. Pembuluh Kapiler

Pembuluh Kapiler adalah pembuluh darah kecil dengan ukuran diameter kurang lebih 5-10 Āµm. Meskipun berukuran kecil, kuantitas pembuluh kapiler termasuk besar supaya seluruh daerah sayatan yang melintang pada aliran darah meningkat. Pembuluh kapiler menjadi penghubung arteri dan vena yang menjadi tempat terjadinya pertukaran zat, absorbsi nutrisi pada usus, filtrasi pada ginjal, absorbsi sekret kelenjar.

3. Pembuluh Vena

Pembuluh vena berfungsi mengangkut karbondioksida menyalurkan darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung. Pembuluh vena membawa darah terdeoksigenasi ke paru-paru. Dengan demikian paru-paru dapat menerima oksigen dan bisa bekerja dengan baik.

Pada sistem peredaran darah pulmonal, vena berfungsi mengangkut darah dari paru-paru ke atrium kiri jantung. Darah pulmonal memiliki kandungan oksigen yang tinggi karena di oksigenari di paru-paru.

Pada sistem sistemik, vena berfungsi mengangkut dari jaringan tubuh ke atrium kanan jantung. Dara pada sistem sistemik memiliki kandungan oksigen yang berkurang karena sudah digunakan pada kegiatan metabolisme dalam sel-sel jaringan.

Baca Juga : Sistem Otot Manusia

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Berikut ini beberapa kelainan dna gangguan yang biasanya terjadi pada sistem peredaran darah manusia, antara lain seperti:

  • Anemia atau kurang darah, biasanya dikarenakan tubuh kekurangan kadar Hb dan kurang jumlah eritrosit dalam darah.
  • Arteriosklerosis, pengerasan pembuluh nadi yang disebabkan karena adanya timbunana atau endapan kapur
    Atherosklerosis, pengerasan pembuluh nadi karena terdapat endapan lemak
  • Embolus, sumbatan pada pembuluh darah karena benda bergerak
    Trombus, sumbatan pada pembuluh darah karena benda tidak bergerak
  • Farises, pelebaran pembuluh darah di area betis
    Hemoroid (Ambein), pelebaran pembuluh darah di daerah dubur atau anus
  • Hemofilia, kelainan pada darah akibat sulit membeku karena adanya faktor hereditas atau keturunan
  • Leukimia atau kanker darah, kelainan karena bertambahnya leukosit secata tak terkendali dalam tubu
  • Penyakit Jantung Koroner (PJK), gangguan akibat penyempitan arterikoronaria yang mengangkut O2 ke jantung.

Demikian artikel mengenai Sistem Peredaran Darah Pada Manusia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaranĀ Ilmu Pengetahuan Alam.