Minyak Bumi – Pengertian, Proses Terbentuknya, Manfaat, dan Fraksi Minyak Bumi Dengan Penjelasan Terlengkap

Posted on

Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia, salah satunya digunakan sebagai sumber energi. Energi merupakan kunci utama standar kehidupan manusia.

Sebagai contoh, dahulu manusia menggunakan kayu bakar untuk menghangatkan tubuh dan untuk memasak. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, kayu juga digunakan sebagai bahan bakar global utama selama berabad-abad lamanya. Dengan hadirnya minyak bumi, maka peranan kayu bakar tersebut digantikan dengan minyak bumi. Lalu apa itu minyak bumi dan contoh-contoh minyak bumi?

Untuk mengetahui lebih jelas tentang minyak bumi, dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap tentang minyak bumi, meliputi pengertian minyak bumi, proses terjadinya minyak bumi, fraksi, manfaat dan contohnya dengan penjelasan terlengkap.

Baca Juga : Kimia Organik dan Penjelasannya

Pengertian Minyak Bumi

Secara harfiah minyak bumi memiliki arti minyak batu yang berasal dari bahasa latin yaitu Petra “batu” dan oleum “minyak”. Istilah tersebut pertama kali digunakan pada tahun 1556 dalam sebuah risalah yang diterbitkan oleh ahli mineral Jerman Georg Bauer yang dikenal dengan Georgius Agricola.

Minyak bumi adalah campuran kompleks hidrokarbon yang terjadi di bumi dalam bentuk cair, gas dan padat yang penyusun utamanya merupakan senyawa alkana. Berdasarkan bentuknya, minyak bumi memiliki bentuk kental, berwarna coklat gelap dan kehijauan yang memiliki sifat mudah terbakar yang berasal dari lapisan atas dari beberapa area dalam kerak bumi.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001, Minyak Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa cair atau padat, termasuk aspal, lilin mineral atau ozokerit, dan bitumen yang diperoleh dari proses penambangan, tetapi tidak termasuk batubara atau endapan hidrokarbon lain yang berbentuk padat yang diperoleh dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi.

Minyak bumi merupakan istilah yang digunakan secara luas untuk mengelompokkan kombinasi cairan dan gas organik yang terbentuk setelah kerogen dipanaskan dan dikompresi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Pengelompokkan kombinasi tersebut sangatlah kompleks dengan komponen gas utamanya merupakan gas alam yang sebagian besar adalah metana dan komponen cairan utamanya adalah minyak mentah.

Bahan bakar seperti elpiji, bensin, solar, hingga kerosin, serta material seperti lilin parafin dan aspal, dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastik, karet sintetis, deterjen, obat-obatan, dan lainnya merupakan hasil dari minyak bumi.

Minyak bumi merupakan sumber energi tidak terbarukan karena proses terbentuknya yang sangat lama sampai berjuta-juta tahun. Karena produksinya yang sangat tinggi, diperkirakan persediaan minyak bumi akan habis. Beberapa ahli memperkirakan puncak kiris minyak bumi akan terjadi setelah 2050.

Baca Juga : Larutan Penyangga dan Penjelasannya

Proses Terbentuknya Minyak Bumi

Terbentuknya minyak bumi berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme seperti tumbuhan, hewan dan jasad-jasad renik yang tertimbun dalam dasar lautan bersama lumpur selama berjuta-juta tahun. Lumpur tersebut lalu berubah menjadi batuan sedimen dan sisa-sisa organime tersebut selanjutnya mengalami peruraian menjadi minyak dan gas dibawah tekanan serta suhu yang sangat tinggi.

Karena berasal dari sisa-sisa organisme, minyak bumi dan gas alam juga disebut sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil termasuk sumber daya alam tidak terbarukan karena proses terbentuknya yang sangat lama.

Komposisi minyak bumi terdiri dari campuran yang sangat kompleks dengan sebagian besar terdiri dari 90% senyawa hidrokarbon. Sebagian besar hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi adalah senyawa alkana dan sisanya adalah ikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik. Serta komponen kecil selain hidrokarbon adalah senyawa-senyawa karbon yang mengandung oksigen, belerang, maupun nitrogen.

Sebagian besar gas alam terdiri dari Akana suku rendah (C1 – C4) dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain alkana, ada juga gas lain seperti CO2, O2, N2, H2S, dan gas mulia seperti helium dalam jumlah sangat kecil.

Baca Juga : Hidrokarbon dan Penjelasannya

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Proses pengolahan minyak bumi dilakukan dengan melakukan proses pengeboran terlebih dahulu. Secara singkat terdapat enam proses pengeboran minyak bumi, antara lain:

  • Seismic: proses pencarian tempat yang mengandung minyak atau gas bumi
  • Drilling and well construction: yaitu proses pengeboran dengan rig
  • Well logging: proses pemetaan lapisan tanah serta mengecek kandungan yang ada di dalamnya
  • Well testing: menembak lokasi yang mengandung minyak, dan dialirkan ke dalam tempat yang bertekanan lebih rendah
  • Well completion: proses instalasi sumur, sebelum siap digunakan
  • Production: tahap akhir, yaitu memproduksi minyak mentah jadi bahan olahan (bensin, aspal, dll).

Biasanya, minyak bumi yang ditemukan akan bercampur dengan gas alam. Selanjutnya minyak bumi akan dipisahkan dari gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam akan berbentuk cairan kental berwarna hitam dan berbau yang disebut dengan minyak mentah (crude oil).

Minyak mentah belum bisa di manfaatkan secara langsung karena perlu pemurnian (refining) dengan destilasi bertingkat.

Destilasi merupakan proses pemisahan fraksi-fraksi pada minyak bumi. Pemisahan fraksi berdasarkan pada perbedaan titik didih sehingga diperoleh kelompok-kelompok komponen dalam rentang titik didih tertentu, proses ini disebut dengan fraksi-fraksi.

Proses destilasi biasanya dilakukan pada wadah berbentuk tabung tinggi kedap udara. Awalnya minyak mentah dialirkan ke tabung tersebut lalu dipanaskan dengan tekanan 1 atmosfer pada suhu 370 derajat celcius.

Setelah itu, hasil dari fraksi-fraksi tersebut akan dipisahkan. Pada fraksi dengan titik didih terendah menempati bagian atas tabung, dan frkasi dengan titik didih tertinggi menempati bagian dasar tabung.

Hasil dari proses destilasi tersebut antaralain seperti gas, bensin, minyak tanah, diesel, oli, lilin dan aspal. Namun, hasil tersebut belum menjadi bahan siap pakai karena harus melewati tahapan dan proses selanjutnya.

Baca Juga : Titrasi Asam Basa dan Penjelasan Terlengkap

Fraksi Fraksi Minyak Bumi

Dibawah ini merupakan fraksi-fraksi minyak bumi lengkap dengan jumlah atom, titik didih dan manfaatnya:

Fraksi Minyak BumiJumlah atom CTitik didih (oC)Manfaat Minyak Bumi
GasC1-C4< 20Bahan bakar gas (LPG) dan bahan baku sintesis senyawa organic
Eter petroleumC5-C730 – 90Pelarut dan cairan pembersih
Bensin (Gasolin)C5-C1040 – 180Bahan bakar kendaraan bermotor
NaftaC6-C1070 – 180Bahan baku sintesis senyawa organic
KerosinC11-C14180 – 250Bahan bakar jet dan bahan bakar kompor paraffin
Minyak solar dan dieselC15-C17250 – 300Bahan bakar kendaraan bermesin diesel dan bahan bakar tungku di industry
Minyak pelumasC18-C20300 – 350Oil dan pelumas
LilinC20+> 350Petroleum jelly dan lilin paraffin untuk membuat lilin, kertas berlapis lilin, lilin batik, dan bahan pengkilan seperti semir
Minyak bakarC20+> 350Bahan bakar kapal, pemanas industri (boiler plant), dan pembangkit listrik
BitumenC40+> 350Material aspal jalan dan atap bangunan

Manfaat Minyak Bumi

Secara umum minyak bumi memiliki dua manfaat yaitu sebagai bahan bakar dan sebagai bahan baku industri.

1. Sebagai Bahan Bakar
Hampir dari seluruh produk yang dihasilkan dari minyak bumi dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Bahan bakar tersebut sering dimanfaatkan dalam kegiatan rumah tangga, kendaraan dan lainnya.

Bahan bakar yang biasanya digunakan pada kendaraan seperti bensin. Bensin terdiri dari ratusan jenis hidrokarbon dengan jumlah rantai karbon yang lebih banyak.

Sedangkan bahan bakar yang digunakan pada rumah tangga seperti penggunaan gas elpigi yang berasal dari gas dan minyak tanah yang berasal dari kerosin.

2. Sebagai Bahan Baku Industri
Dalam dunia industri, minyak bumi memiliki banyak manfaat. Ada banyak produk industri yang dihasilkan dari minyak bumi, seperti plastik, serat sintesis, karet sintesis, pestisida, pupuk, obat-obatan, dan banyak produk yang lainnya.

Baca Juga : Ikatan Kimia dan Penjelasannya

Kekurangan dan Kelebihan Minyak Bumi

Kekurangan minyak bumi

  • Minyak bumi merupakan sumber daya yang terbatas
  • Minyak bumi tidak terbarukan
  • Minyak bumi dapat menciptakan dampak suhu tinggi
  • Gas berbahaya bagi lingkungan
  • Transportasi minyak bumi tidak 100% aman
  • Komoditas yang dieksploitasi untuk tujuan politik

Kelebihan minyak bumi

  • Bahan bakar memiliki kepadatan tinggi
  • Minyak bumi mudah di ekstrasi
  • Minyak bumi dapat diangkut dalam jarak jauh
  • Minyak bumi dapat digunakan dalam berbagai cara
  • Minyak bumi menyediakan sumber daya energi yang stabil
  • Minyak bumi menyediakan bahan bakar yang bekerja dengan banyak infrastruktur

Baca Juga : Larutan ELektrolit dan Non Elektrolit Serta Penjelasannya

Demikian artikel mengenai Minyak Bumi dan Penjelasannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.