Kimia Organik – Pengertian, Gugus Fungsi, Jenis dan Contoh Kimia Organik dengan Penjelasannya

Posted on

Kimia organik merupakan ilmu yang mempelajari tentang benda hidup yang meliputi penyusun dari makhluk hidup dan strukturnya. Awalnya, cabang ilmu kimia hanya terbatas dengan senyawa yang diproduksi oleh makhluk hidup, namun kini kimia organik meluas hingga mencakup zat-zat buatan.

Ilmu kimia organik memiliki peran yang cukup besar pada industri obat-obatan, makanan, petrokimia, pewarna, kosmetik, bahan peledak dan lainnya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kimia organik, berikut ini penjelasan tentang pengertia kimia organik, senyawa organik lengkap dengan contohnya.

Baca Juga : Larutan Penyangga Ekstrasel dan Intrasel

Pengertian Kimia Organik

Kimia organik adalah ilmu tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi kimia dan pembuatan senyawa yang mengandung karbon dan sejumlah elemen lainnya. Ilmu kimia organik berfokus pada senyawa yang tersusun dari atom karbon atau hidrokarbon.

Keterkaitan kimia organik dengan makhluk hidup adalah bagian yang melibatkan makhluk hidup seperti karbohidrat, protein, steroid, lemak tersusun oleh atom karbon dan hidrogen dalam bentuk hidrokarbon. Tak terbatas itu saja, masih ada senyawa dan material lain yang tersusun oleh hidrokarbon yang termasuk dalam cakupan kimia organik.

Pada ilmu kimia organik, molekul yang muncul paling utama terdiri dari karbon dan hidrogen, namun terdapat unsur lain yang termasuk dalam kimia organik yaitu unsur nitrogen, sulfur, oksigen, fosfor, silikon, dan seluruh unsur golongan halogen. Pada umumnya, unsur-unsur tersebut terikat dalam sistem karbon atau hidrokarbon dnegan ikatan tertentu sehingga dikategorikan dalam senyawa organik.

Pada bidang kimia, ilmu kimia organik menjadi salah satu ilmu yang kreatif, dimana banyak ahli telah menciptakan berbagai molekul baru dan mengeksplorasi sifat-sifat senyawa yang ada. Senyawa organik merupakan senyawa yang dekat dengan kehidupan manusia.

Di Amerika Serikat, ilmu kimia merupakan salah satu ilmu yang mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti di industri plastik, industri karet, bahan bakar, kosmetik, farmasi, deterjen dan zat warna.

Baca Juga : Pengertian Perubahan Iklim

Hidrokarbon dalam Kimia Organik

Dalam ilmu kimia organik, hidrokarbon merupakan pokok bahasan utama yang membahas tentang hidrokarbon dominan. Hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun atas unsur karbon (C) dan Hidrogen (H) yang terikat secara kovalen membentuk rantai tertentu. Dalam hal tersebut, karbon atom akan mengikat atom hidrogen dan atom karbon juga akan membentuk rantai dengan atom karbon lainnya.

Hidrokarbon adalah senyawa utama pada minyak bumi dan gas alam yang membuatnya dapat berfungsi sebagai bahan bakat, pelumas, serat, bahan kimia dan lainnya. Hidrokarbon juga bisa terbentuk dari alami dengan sendirinya, misalnya seperti pada bahan bakar berbentuk fosil. Contoh lainnya pada pohon karet yang menghasilkan getah karet yang merupakan suatu polimer hidrokarbon. Struktur kimia hidrokarbon tergantung jenis definisi ikatan kimia yang menghubungkan antar atom dari molekulnya.

Dalam ilmu kimia, hidrokarbon berikatan dengan unsur lain seperti oksigen, nitrogen, fosfor dan lainnya yang membentuk senyawa dengan sifat-sifat tertentu dan keunikan yang dimiliki inilah yang dimanfaatkan oleh manusia.

Senyawa hidrokarbon yang mengikat unsur lain disebut dengan gugus fungsi.

Baca Juga : Pengertian Pencemaran Udara 

Gugus Fungsi Kimia Organik

Gugus fungsi adalah jenis pengelompokkan atom yang terikat pada rantai karbon berdasarkan atom penyusunnya, sifat dan karakteristiknya. Adanya gugus fungsi tersebutlah membuat hidrokarbon mengalami perubahan sifat dan karakter yang berbeda dengan awalnya.

Berdasarkan hal tersebut, membuat para ahli mengembangkan prinsip untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat positif dari rantai hidrokarbon yang dihasilkan senyawa organik dengan memiliki nilai tinggi dan bermanfaat untuk manusia.

Baca Juga :  Pengertian Pencemaran Tanah

Jenis Senyawa Organik

Dalam kimia organik, pada saat molekul hidrokarbon mengikat jenis gugus fungsi maka molekul tersebut akan memiliki struktur, sifat dan karakteristik yang berbeda ketika molekul mengikat gugus fungi lain.

Berikut ini beberapa jenis senyawa organik berdasarkan pada gugus fungi yang terikat, antara lain:

Aldehida

Aldehida adalah jenis senyawa organik yang mengandung gugus fungsi karbonil (-CO) yaitu atom karbon yang mengikat oksigen dengan ikatan rangkap dengan dua bagian lain dari karbon terikat pada hidrogen dan rantai karbon (R). Senyawa aldehida tidak memiliki gugus fungsi hidroksil.

Struktur umum aldehida dapat digambarkan sebagai berikut.

Alkohol

Alkohol adalah senyawa organik pada atom karbon yang mengikat gugus fungsi hidroksil (-OH). Hidroksil tersebut tersusun dari atom dan hidrogen yang saling dihubungkan dengan ikatan kovalen.

Alkohol merupakan jenis senyawa organik yang sering kita temui dan terbagi menjadi banyak jenis. Salah satu jenis alkohol yang sering ditemui dalam minuman beralkohol adalah jenis etil alkohol (etanol) yang memiliki struktur susunan rantai karbon dengan terdiri dari 2 buah atom karbon yang mengikat gugus fungsi hidroksil.

Struktur umum alkohol dapat digambarkan sebagai berikut. R digunakan untuk mewakili rantai hidrokarbon.

Baca Juga : Pengertian Pencemaran Air

Amina

Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom nitrogen yang terdiri dari tiga substituen terikat. Pada amina, nitrogen mampu mengikat 3 jenis subtituen lain seperti hidrogen ataupun rantai karbon (alkil).

Berikut ini struktur umum senyawa Amina, yaitu:

Asam Karboksilat

Asam Kaboksilat adalah senyawa organik yang memiliki struktur hidrokarbon yang mengikat gugus hidroksil atau karbonil yang disebut dengan gugus karbonil. Asam karboksilat memiliki sifat asam atau pH rendah.

Gugus karboksil terdiri dari gugus karbonil (CO) dan hidroksil (OH). Pada senyawa ini, hidrogen terletak pada hidroksil bersifat asam yang menyebabkan pH senyawa rendah.

Berikut ini struktur umum Asam Karboksilat yaitu:

Baca Juga : Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup

Ester

Ester adalah senyawa yang mirip dengan asam karboksilat, namun hidrogen pada gugus hidroksilnya di hilangkan dan diganti dengan rantai karbon lain. Pada ester terdapat dua buah rantai karbon.

Berikut ini struktur umum senyawa ester, yaitu:

Eter

Eter adalah hidrokarbon yang mengikat gugus fungsi eter (-OR), dengan R adalah rantai karbon lain. Secara analogi, senyawa Eter mirip dengan alkohol hanya saja hidrogen yang terikat pada oksigen dihilangkan dan diganti dengan gugus hidrokarbon.

Struktur umum Eter dapat digambarkan sebagai berikut.

Keton

Keton merupakan senyawa organik dengan struktur hidrokarbon yang mengikat gugus karbonil.
Seperti pada analogi alkohol-eter, juga pada aldehida-keton dimana keton memiliki struktur yang sama seperti aldehida namun salah satu atom hidrogen yang terikat pada karbonil di hilangkan dan diganti dengan hidrokarbon lain (R).

Berikut ini struktur umum Keton yaitu:

Baca Juga : Pengertian Pemanasan Global

Contoh Penggunaan Kimia Organik

Bahan kimia organik memiliki kaitan yang cukup dekat dengan kehidupan manusia, khususnya di bidang industri. Berikut ini contoh penggunaan kimia organik, yaitu:

Parfum
Selain berasal dari bunga asli, parfum yang setiap hari digunakan untuk sebagai pewangi tubuh maupun pakaian juga dapat berasal dari formula laboratorium. Senyawa organik pada parfum didesain agar memiliki harum yang sama dengan wangi bunga asli.

Petrokimia
Petrokimia merupakan bahan kimia berasal dari minyak bumi maupun minyak mentah. Pemisahan bahan mentah menjadi senyawa organik berdasarkan titik didih yang berbeda. Contoh hasil dari produk petro kimia seperti plastik, bensin, deterjen, pewarna, gas alam, obat-obata dan berbagai zat tambahan makanan.

Polimer
Polimer yang terdiri dari molekul rantai panjang dan bercabang adalah jenis senyawa organik yang banyak digunakan. Contoh fungsi dari senyawa polimer yaitu struktur utama dari beberapa produk seperti akrilik, PVC, nilon, selulosa, polikarbonat, dan polietilen.

Demikian artikel mengenai Pengertian Perubahan Iklim. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.